Kingdom of Frizland
Kerajaan Frizland
Penguasa Frizland diturunkan secara turun temurun dari putra-putra Egbert Yang Agung. Menjadi bagian terakhir yang tersisa dari kekaisaran Weisch yang runtuh akibat Perang Agung yang terjadi 370 tahun yang lalu. Egbert dan bangsawan-bangsawan Weisch yang tersisa membangun Kerajaan baru di sisi utara dengan membawa warisan besar Kekaisaran Weisch yang hancur akibat invasi orang-orang Esple yang menyeberang dari laut timur dan kemudian mendirikan kerajaan mereka sendiri yatu Kerajaan Gosten. Lambang Kerajaan Frizland dan Klan Fritz adalah singa emas dengan ekor nyala api berlatar merah tua. semboyan mereka adalah Kehormatan dan Kesetiaan.
Garis Suksesi
|
1-50 AGW |
Egbert I |
Egbert
yang Agung "the Great" Egbert sang Singa Pertama
"the First Lion"
|
|
50-65 AGW |
William I |
Putra sulung Egbert
William
yang Lalim "the Tyrant"
|
|
65-75 AGW |
Eberhard I |
Putra kedua Egbert Eberhard
sang Pembebas "the Liberator" (adik
kandung William, dijuluki sang Pembebas karena berhasil membebaskan Frizland dari kekuasaan Raja William I yang kejam dalam sebuah perang yang
dinamakan The Battle of Second Son.
|
|
75-88 AGW |
Egbert II |
Putra sulung
William Egbert
si Raja Mabuk "the Drunkard" Mendapatkan tahta
karena Raja Eberhard tidak memiliki pewaris
|
|
88-95 AGW |
Edward I |
Putra kedua Egbert II Edward
yang Tampan "the Handsome" Mewarisi tahta karena
kakanya yaitu Pangeran John terbunuh dalam pertempuran Brastow ketika
Kerajaan Frizland berperang dengan Kerajaan Gosten (dalam rentetan
periode panas antara Frizland dan Gosten yang dikenal dengan perang 100 tahun)
|
|
95-102 AGW |
Edward II |
Putra Edward I Edward
sang Singa Muda "the Young Lion" Terbunuh
ketika memimpin pasukan Fritz mengepung benteng Acier, meninggal tanpa pewaris
|
|
102-120 |
Robert I |
Putra kedua Edward I,
adik Edward II Robert
yang Saleh "the Pious" Robert
yang Suci "the Holy" Terkenal karena
membiarkan para uskup memiliki kekuasaan dalam menetapkan kebijakan kerajaan
(lahirnya dewan suci)
|
|
120-135 |
Eberhard II |
Putra Robert I Eberhard
yang Tak Layak "the Unworthy" Membubarkan dewan suci,
terjadinya pemberontakan White Rebellion, terkenal memiliki banyak anak haram
|
|
135-165 |
Edward III |
Putra Eberhard II Edward
Berhati Singa "the Lionheart" Memimpin pasukan
Frizland menggapai kemenangan besar di perang 100 tahun dengan
menganeksasi banyak wilayah Gosten, Frizland berada dipuncak kejayaan
|
|
165-180 |
Ethelmund I |
Putra keempat Edward
III Ethelmund
si Bungkuk "the Hunchback" Ethelmund
yang Baik "the Good" Ketiga kakak lakinya
terbunuh dalam peristiwa Minggu Berdarah "Bloody Sunday"
yaitu sebuah peristiwa pengeboman gereja Penburne ketika prosesi penguburan Raja Edward
III, membawa Frizland menuju kemakmuran walaupun tidak terlalu berhasil
di medang perang
|
|
180-201 |
Edmund I |
Putra Ethelmund I Edmund
yang Tidak Setia "the Unfaithful" Edmund
yang Korup "the Corrupt" Edmund
mendatangani perjanjian damai dengan Gosten namun, kehilangan wilayah Soria
ke tangan Gosten, perang 100 tahun berakhir, pemerintahannya terkenal korup
dan Edmund
memiliki banyak anak haram
|
|
201-206 |
Robert II |
Putra sulung Edmund I Robert
yang Cerdik "the Clever" Mendirikan perpustakaan
besar di istana, mengumpulkan catatan-catatan sejarah Cordia, dibunuh
oleh saudara tirinya (Orhan FitzSofie) setelah kalah dalam permainan
catur Deadly Chess
|
|
206-260 |
Ethelmund II |
Putra sulung Robert II Ethelmund
si Raja Bocah "the Boy King" Ethelmund
yang Tua "the Old" Ethelmund
yang Luar Biasa "the Magnificent" Ethelmund
II bertahta lama dan membawa Frizland kembali makmur
|
|
260-292 |
Ethelred I |
Putra kedua Ethelmund
II Ethelred
si Mata Satu "the One Eyed" Ethelred
si Penyihir "the Warlock" Kakaknya Pangeran Henry
meninggal karena penyakit Lepra, berperang
melawan invasi bangsa
Noreg, gosipnya memiliki kemampuan sihir, berteman dengan raksasa Storr
dan para mahluk mitologi
|
|
292- |
Edward IV |
Putra sulung Ethelred I Edward
yang Kuat "the Strong" Edward
IV menjadi raja yang sedang bertahta dalam cerita, dikenal sebagai ksatria
hebat selama Invasi Noreg |
Ratu Mathilda Sassens-Hirtzburg dari Grunesland, Permaisuri Raja Edward IV dan putri dari Raja Karl II dari Grunesland
Putra dan Putri Raja:
Pangeran Edmund, pewaris tahta Frizland
Pangeran Hammond, putra kedua Raja Edward
Putri Mary, putri satu-satunya dari Raja Edward
Pangeran Henry, si bungsu dan putra ketiga Raja Edward
Saudara Kandung Raja:
Pangeran Robert, petualang yang menjelajahi hampir setiap jengkal dunia Cordia
Pejabat Istana:
Duke Richard Hutson dari Foxsbur, Adipati Foxsbury, Pembantu Raja dan pemimpin Dewan Menteri
-putri Richard, Lady Anne, sahabat Hammond
-putra Richard, Lord Alan
Master Johan Abayomi, Master Bendara
Master
Jacob Rockstar, Master Hukum
Master
Orlard Rucksburg, Master Pendengaran, memiliki ratusan jaringan mata-mata di seluruh Cordia
Sire Harrold Fritz – Komandan angkatan bersenjata Fritz
Duke Robin Seagard – Admiral dari angkatan laut kerajaan, Adipati Anmouth
Pengawal Raja:
Kapten Robin Green – Kapten pasukan pengawal raja
Sire Ohard York, anggota
Sire Harry Huntch, anggota, anak dari Komanda Harrold Huntch
Sire Edgar Boston, anggota
Sire Ronald Flint, anggota
Sire Luke Redwoods, anggota
dll
Pasuka Gendarmeri :
Kapten James Blackwood – Kapten Garda Penjaga Kota
-putra James, Wevil Blackwood, sahabat Hammond
Anggota Rumah Tangga Istana:
Master
Albert Brown, Kepala Rumah Tangga Istana Westleton
Master
Archie Longmouth, Master Kuda
Kristin
Ross, pengasuh putra-putri raja
Sire Arnold Wright, pelatih pedang Pangeran Hammond
Sire Rufus Foster, penjaga gerbang istana
Penduduk:
Michael Galli, sahabat Hammond

Komentar
Posting Komentar